SunAveStudio

Epic Games Store vs Steam: Analisis Mendalam Kelebihan, Kekurangan, dan Strategi Eksklusif

RR
Raisa Raisa Saraswati

Analisis mendalam perbandingan Epic Games Store vs Steam mencakup kelebihan, kekurangan, strategi eksklusif, client, database, progression system, item system, skill ability, level design, monitor gaming, dan dampak sosial gaming.

Dalam lanskap gaming PC yang terus berkembang, pertarungan antara Epic Games Store dan Steam telah menciptakan dinamika baru yang mempengaruhi pengembang, penerbit, dan terutama para gamer. Dua platform raksasa ini menawarkan pendekatan yang berbeda dalam menyajikan pengalaman gaming, mulai dari antarmuka client hingga sistem progression yang kompleks. Artikel ini akan menganalisis secara mendalam kelebihan dan kekurangan masing-masing platform, serta strategi eksklusif yang menjadi senjata utama dalam persaingan mereka.

Epic Games Store, yang diluncurkan pada tahun 2018, hadir dengan strategi agresif yang langsung menantang dominasi Steam yang telah berlangsung lebih dari satu dekade. Salah satu senjata utama Epic adalah strategi eksklusif, di mana mereka mengamankan hak distribusi eksklusif untuk game-game besar seperti Borderlands 3, Metro Exodus, dan Control. Strategi ini tidak hanya menarik perhatian pengguna tetapi juga memaksa para gamer untuk mempertimbangkan platform mana yang akan menjadi rumah utama koleksi game mereka.

Dari sisi teknis, client Epic Games Store sering dikritik karena kekurangan fitur dibandingkan dengan Steam yang telah matang. Client Epic terkesan lebih sederhana dan kurang memiliki fitur sosial yang komprehensif. Fitur seperti forum komunitas, workshop untuk mod, dan sistem broadcast yang terintegrasi masih menjadi keunggulan Steam. Namun, Epic berusaha menutupi kekurangan ini dengan penawaran game gratis mingguan yang konsisten dan revenue share yang lebih menguntungkan bagi pengembang (88/12 dibandingkan dengan 70/30 Steam).

Sistem database kedua platform juga menunjukkan perbedaan signifikan. Steam memiliki database game yang sangat luas dengan lebih dari 50.000 judul, sementara Epic Games Store fokus pada kualitas daripada kuantitas dengan kurasi yang lebih ketat. Database Steam yang masif terkadang membuat pencarian game menjadi tantangan tersendiri, sementara Epic menjaga katalognya tetap terkelola dengan baik meski jumlahnya lebih terbatas.

Dalam hal progression system dan item system, kedua platform memiliki pendekatan yang berbeda. Steam memiliki sistem achievement yang sangat matang dengan statistik global dan showcase profile, sementara Epic masih mengembangkan fitur serupa. Item system di Steam melalui Steam Inventory memungkinkan pertukaran item antar game dan perdagangan melalui Steam Market, sesuatu yang belum tersedia di Epic Games Store. Sistem ini menciptakan ekonomi virtual yang kompleks di dalam ekosistem Steam.

Skill dan ability system dalam game-game yang tersedia di kedua platform sering kali menjadi pertimbangan penting bagi para gamer hardcore. Game-game eksklusif Epic seperti Fortnite (meski tersedia di banyak platform) memiliki skill system yang unik dengan building mechanics, sementara Steam menawarkan beragam game dengan sistem kemampuan yang bervariasi dari RPG kompleks hingga game aksi sederhana. Perbedaan dalam kurasi game ini mempengaruhi jenis skill system yang tersedia bagi pengguna masing-masing platform.

Level dan map design juga menjadi aspek penting dalam perbandingan ini. Game-game eksklusif Epic sering kali menampilkan level design yang inovatif dan visually stunning, memanfaatkan Unreal Engine yang dikembangkan oleh Epic Games sendiri. Sementara itu, Steam sebagai platform terbuka menawarkan segala jenis level design dari berbagai engine, memberikan variasi yang lebih luas meski terkadang dengan kualitas yang tidak konsisten.

Dari perspektif hardware, monitor gaming menjadi faktor penting yang mempengaruhi pengalaman di kedua platform. Baik Epic Games Store maupun Steam mendukung berbagai resolusi monitor dan refresh rate tinggi, namun implementasi fitur seperti cloud save dan synchronization bisa berbeda. Beberapa pengguna melaporkan masalah dengan cloud save di Epic Games Store yang terkadang menyebabkan kekurangan daya ingat sistem terhadap progress game, terutama saat berpindah perangkat.

>

Aspek sosial gaming menunjukkan kontras yang jelas antara kedua platform. Steam telah membangun ekosistem sosial yang komprehensif dengan fitur chat, grup, dan komunitas yang aktif. Sebaliknya, Epic Games Store sering dikritik karena bersifat anti-sosial dengan fitur sosial yang minimal. Meskipun Epic memiliki sistem pertemanan melalui Epic Games account, fitur sosialnya masih jauh di belakang Steam. Kekurangan ini bisa menjadi kelemahan signifikan bagi gamer yang menikmati aspek komunitas dalam gaming.

Strategi eksklusif Epic Games Store telah menjadi topik kontroversial dalam industri gaming. Di satu sisi, strategi ini memberikan alternatif terhadap monopoli Steam dan memberikan insentif finansial yang lebih baik bagi pengembang. Di sisi lain, banyak gamer yang merasa tidak nyaman dengan praktik eksklusivitas yang memecah komunitas gaming dan memaksa mereka untuk menginstal multiple clients. Steam merespons dengan berbagai perbaikan dalam revenue share dan fitur baru, tetapi tetap mempertahankan model platform terbuka mereka.

Client performance menjadi faktor kritis dalam pengalaman pengguna. Steam client, meskipun kaya fitur, sering dikritik karena menjadi berat dan boros resource seiring waktu. Epic Games Store client lebih ringan dan responsif, tetapi kurang dalam hal fitur dan stabilitas. Pengguna yang mencari pengalaman gaming yang mulus mungkin lebih memilih Epic untuk performance client yang lebih baik, sementara mereka yang mengutamakan fitur sosial dan komunitas akan tetap setia pada Steam.

Progression system dalam game-game modern sering kali terhubung dengan platform tempat game tersebut dibeli. Steam memiliki sistem yang lebih terintegrasi dengan fitur seperti Steam Cloud yang secara otomatis menyimpan progress game. Epic Games Store juga menawarkan cloud save, tetapi implementasinya belum seluas Steam. Bagi pengguna yang sering berpindah perangkat atau ingin mengakses progress game dari berbagai lokasi, integrasi progression system yang baik menjadi pertimbangan penting.

Dalam konteks gaming yang lebih luas, penting untuk memiliki platform hiburan yang beragam. Bagi penggemar game online, memiliki akses ke berbagai platform bisa meningkatkan pengalaman gaming secara keseluruhan. Sama seperti para pemain yang menikmati variasi dalam hiburan online, pengguna game PC juga mencari platform yang menawarkan pengalaman terbaik sesuai kebutuhan mereka. Baik Epic Games Store maupun Steam memiliki kelebihan masing-masing yang cocok untuk preferensi yang berbeda.

Item system dan ekonomi virtual menjadi domain di mana Steam unggul jelas. Marketplace Steam memungkinkan perdagangan item dalam game, skin, dan berbagai barang virtual lainnya. Sistem ini telah menciptakan ekonomi bernilai miliaran dolar dan menjadi bagian integral dari pengalaman Steam bagi banyak pengguna. Epic Games Store belum mengembangkan sistem serupa, yang bisa menjadi peluang pengembangan di masa depan.

Skill dan ability system dalam game sering kali menentukan kedalaman gameplay dan replay value. Platform dengan kurasi game yang baik akan menawarkan berbagai sistem kemampuan yang inovatif. Baik Epic maupun Steam menawarkan game dengan sistem skill yang menarik, tetapi pendekatan kurasi mereka yang berbeda mempengaruhi variasi yang tersedia. Epic cenderung fokus pada game AAA dengan sistem yang lebih polished, sementara Steam memberikan ruang bagi game indie dengan sistem kemampuan yang eksperimental.

Level dan map design yang kreatif bisa menjadi penentu kesuksesan sebuah game. Epic Games Store, dengan keunggulan akses ke Unreal Engine, sering menampilkan game dengan level design yang technically impressive. Steam, sebagai platform terbuka, menawarkan segala jenis level design dari berbagai engine game. Perbedaan ini memberikan pilihan yang lebih luas bagi pengguna Steam, meski dengan kualitas yang lebih bervariasi.

Monitor gaming technology terus berkembang, dan kedua platform beradaptasi dengan standar baru. Dukungan untuk HDR, high refresh rate, dan resolusi ultra-wide menjadi semakin penting. Baik Epic Games Store maupun Steam terus memperbarui client mereka untuk mendukung teknologi monitor terbaru, memastikan pengguna bisa menikmati game dengan visual terbaik sesuai hardware mereka.

Aspek anti-sosial dalam gaming menjadi perhatian yang berkembang. Sementara Steam menawarkan berbagai fitur untuk interaksi sosial, Epic Games Store mengambil pendekatan yang lebih minimalis. Bagi sebagian gamer, fitur sosial yang minimal justru menjadi kelebihan karena mengurangi distraksi. Namun, bagi mereka yang menikmati gaming sebagai aktivitas sosial, kekurangan fitur sosial di Epic bisa menjadi penghalang.

Kekurangan daya ingat sistem, terutama dalam hal cloud save dan progression tracking, menjadi masalah yang dilaporkan oleh beberapa pengguna Epic Games Store. Masalah ini bisa sangat frustasi bagi gamer yang telah menghabiskan waktu berjam-jam dalam sebuah game hanya untuk kehilangan progress mereka. Steam, dengan pengalaman lebih panjang, telah mengembangkan sistem yang lebih reliable dalam hal ini, meski tidak sepenuhnya bebas masalah.

Strategi eksklusif Epic Games Store terus berkembang dan mempengaruhi lanskap gaming PC. Sementara beberapa mengkritik praktik ini sebagai anti-konsumen, yang lain melihatnya sebagai cara yang diperlukan untuk menantang dominasi Steam. Perdebatan ini kemungkinan akan terus berlanjut seiring dengan perkembangan kedua platform. Bagi para gamer, yang terpenting adalah memiliki pilihan platform yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka.

Dalam memilih antara Epic Games Store dan Steam, pertimbangan utama meliputi: library game yang dimiliki, pentingnya fitur sosial, kebutuhan akan progression system yang reliable, preferensi terhadap item system dan ekonomi virtual, serta toleransi terhadap strategi eksklusif. Kedua platform memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan pilihan terbaik sering kali tergantung pada prioritas individual setiap gamer. Seiring dengan perkembangan industri gaming, kompetisi antara Epic dan Steam kemungkinan akan terus menguntungkan konsumen dengan inovasi dan perbaikan berkelanjutan.

Epic Games StoreSteamplatform game PCstrategi eksklusifclient gamingdatabase gameprogression systemitem systemskill abilitylevel designmonitor gaminganti sosial gamingkekurangan daya ingat

Rekomendasi Article Lainnya



Mengatasi Kekurangan Daya Ingat dan Anti Sosial dengan SunAveStudio

Di SunAveStudio, kami memahami betapa pentingnya menjaga kesehatan mental, termasuk mengatasi kekurangan daya ingat dan masalah anti sosial.


Artikel kami dirancang untuk memberikan Anda wawasan mendalam dan solusi praktis yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup Anda.


Kekurangan daya ingat dan kecenderungan anti sosial bisa menjadi tantangan besar dalam kehidupan sehari-hari.


Namun, dengan pendekatan yang tepat dan dukungan yang baik, kedua masalah ini dapat dikelola dengan lebih efektif.


SunAveStudio hadir untuk memberikan Anda tips dan strategi yang telah terbukti efektif berdasarkan penelitian dan pengalaman nyata.


Kami berkomitmen untuk menyediakan konten berkualitas tinggi yang tidak hanya informatif tetapi juga mudah dipahami dan diterapkan.


Kunjungi SunAveStudio hari ini dan temukan berbagai artikel menarik lainnya yang dapat membantu Anda menjalani hidup yang lebih sehat dan bahagia.


Jangan biarkan kekurangan daya ingat dan masalah anti sosial mengendalikan hidup Anda.


Dengan bantuan SunAveStudio, Anda bisa menemukan jalan menuju perbaikan dan kebahagiaan yang lebih besar.